<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340</id><updated>2011-04-22T03:07:54.069+07:00</updated><title type='text'>ecceHomo</title><subtitle type='html'>mengapa Aku adalah takdir</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-106338860141218065</id><published>2003-09-13T00:24:00.000+07:00</published><updated>2003-09-13T00:43:21.336+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;11.9&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;...dunia kembali mencapai sumbu keseimbangannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dua pesawat meluluhkan menara kembar, dan manusia meregang nyawa. Seruan perang dikumandangkan. Perlu dicari hidung untuk ditunjuk, dan kami adalah benar sedangkan kalian adalah salah. Dimulailah kembali kampanye: ini barat dan itu timur. Kami korban, dan kalian yang teroris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan pecinta perang. Aku juga bukan seorang maniak. Tapi aku berpikir, jika tak ada perang dan konflik. Jika tak ada dendam dan permusuhan. Bayangkanlah?&lt;br /&gt;Mungkin dunia tidak akan lagi menarik, dan orang akan malas untuk menjalani hidup. Mungkin tak ada lagi penemuan atau teknologi baru. Karena tak ada yang merasa tersaingi dan tak ada yang berusaha untuk mengungguli yang lainnya. Untuk apa lagi berpikir, berkreasi dan mencipta, jika diri telah menjulang sendirian dan perasaan jumawa di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika ada kalian, ada yang di seberang, ada musuh, ada kompetitor, maka segala daya dan upaya akan dilakukan untuk mengalahkan. &lt;br /&gt;Setelah itu? Kemenangan akan diraih dan lawan akan dibinasakan.&lt;br /&gt;Hanya tinggal satu kuasa, dan lawan akan kembali dicari.&lt;br /&gt;Peradaban akan terus berputar, seperti siklus untuk mencari keseimbangannya.&lt;br /&gt;Entah sampai kapan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-106338860141218065?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/106338860141218065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/106338860141218065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_09_01_archive.html#106338860141218065' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-106249949927136062</id><published>2003-09-02T17:44:00.000+07:00</published><updated>2003-09-02T17:44:59.270+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Sok Tau!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka yang tahu tidak bicara&lt;br /&gt;Mereka yang bicara tidak tahu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertarik membaca dua bait kalimat di atas, yang kutemukan dalam salah satu buku tentang ajaran Zen. Beberapa kali aku ulang melafalkan kalimat itu dalam hati. Cuman sekedar untuk meresapi maknanya. Belakangan ini aku memang sering menemui orang-orang yang disebut 'mereka' dalam kalimat tersebut. Banyak omong padahal gak tahu apa-apa. Ngoceh tentang ini-itu padahal cuman sok tahu aja! Sedangkan di sisi lain, banyak orang pintar dan tahu banyak hal lebih memilih untuk diam dan jarang ngomong. Orang-orang ini lebih banyak berdiam diri dan hanya bergulat tentang ketahuannya dalam pikiran saja. Seorang temanku pernah meledek bahwa orang yang banyak omong padahal kemampuan minim sebagai," &lt;i&gt;public speaking&lt;/i&gt;-nya bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu, termasuk bagian yang mana aku. Entah apa penilaian teman-temanku. Seorang yang banyak omong padahal bego-kah? Atau orang yang jarang ngomong, tapi pinter. Hehehe... Karena itu, kali ini aku tidak mau panjang-panjang menulis. Takut disebut: &lt;B&gt;Sok Tau Lo!&lt;/B&gt;   &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-106249949927136062?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/106249949927136062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/106249949927136062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_09_01_archive.html#106249949927136062' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-106112219051759324</id><published>2003-08-17T19:09:00.000+07:00</published><updated>2003-08-17T19:09:50.533+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Indonesia Raya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Indonesia, tanah airku &lt;br /&gt;Tanah tumpah darahku &lt;br /&gt;Disanalah aku berdiri &lt;br /&gt;Jadi pandu ibuku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, kebangsaanku &lt;br /&gt;Bangsa dan tanah airku &lt;br /&gt;Marilah kita berseru &lt;br /&gt;Indonesia bersatu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku &lt;br /&gt;Bangsaku, rakyatku semuanya &lt;br /&gt;Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya &lt;br /&gt;Untuk Indonesia Raya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya, merdeka, merdeka &lt;br /&gt;Tanahku, negeriku, yang kucinta &lt;br /&gt;Indonesia Raya, merdeka, merdeka &lt;br /&gt;Hiduplah Indonesia Raya...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari belakangan ini, aku kembali mendengar bait-bait lagu yang ditulis oleh Wage Rudolf Supratman. Mencoba untuk menyimak dan merenungi bait demi bait, diiringi oleh orkestrasi musik yang megah, membuat hati ini tergetar. Kucoba lagi melantunkan syair lagu itu lamat-lamat, tanpa diringi musik dan intonasi yang ala kadarnya. Kembali perasaan yang sama menyelinap di hati. Indonesia yang elok...&lt;br /&gt;Kemerdekaan, kepahlawanan, pertempuran, nasionalisme, sebuah negeri yang damai, dan Indonesia yang kucinta, seakan-akan terus mengalir mengisi otakku dan terus berputar-putar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika turun ke hati, aku hanya sanggup menghela napas. Itu hanya bagaikan lagu yang meninabobokan, yang mengawang-awang. Lagu itu pula yang terus menghidupi negeri ini. &lt;br /&gt;Tapi dalam angan...&lt;br /&gt;Setengah abad lebih telah dilalui, dan perasaan itu hanya menyelinap sekali setahun---tiap tanggal 17 Agustus.&lt;br /&gt;untuk kemudian menjadi hampa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Indonesia, tanah airku &lt;br /&gt;Tanah tumpah darahku &lt;br /&gt;Disanalah aku berdiri &lt;br /&gt;Jadi pandu ibuku...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...negeriku adalah Indonesia, tempat aku lahir, dan menumpahkan darah.&lt;br /&gt;Tempat aku nantinya juga akan menghembuskan napas terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Indonesia, kebangsaanku &lt;br /&gt;Bangsa dan tanah airku &lt;br /&gt;Marilah kita berseru &lt;br /&gt;Indonesia bersatu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...aku dan mungkin juga sebagian besar rakyat Indonesia akan tetap berseru. Berseru dan tidak akan pernah melakukan itu. Untuk Indonesia yang satu.&lt;br /&gt;Sayang...hingga hari ini, Indonesiaku belum satu. Banyak perbedaan dan keragaman yang terus dipertentangkan. Dihidupkan untuk menjadi suatu konflik yang laten (oleh penguasa?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku &lt;br /&gt;Bangsaku, rakyatku semuanya &lt;br /&gt;Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya &lt;br /&gt;Untuk Indonesia Raya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanahku dan negeriku tak pernah dapat menghidupi rakyatnya. Karena negeri ini terus membangun untuk memakmurkan sebagian kecil orangnya, dan menindas serta menyengsarakan sebagian besar rakayat lainnya. Dimana Indonesiaku yang makmur? Yang mampu mensejahterakan masyarakatnya, dan bukan tunduk oleh kepentingan imperiliasme gaya baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Indonesia Raya, merdeka, merdeka &lt;br /&gt;Tanahku, negeriku, yang kucinta &lt;br /&gt;Indonesia Raya, merdeka, merdeka &lt;br /&gt;Hiduplah Indonesia Raya...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia merdeka hanya berada dalam teks pidato Soekarno dan Hatta. Hanya menjadi nyata dalam lembaran-lembaran sejarah----dimana penguasa dapat menulis dan membuat sejarahnya sendiri.&lt;br /&gt;Karena Indonesiaku hari ini belum merdeka!!!&lt;br /&gt;Jangankan merdeka dari jamahan tangan-tangan asing ---lewat slogan globalisme, kapitalisme, dan anti terorisme, tapi juga tidak mampu merdeka dari jamahan bangsa sendiri.&lt;br /&gt;Indonesia hari ini masih belum bebas dari kaum penguasa, kaum berada, kaum bangsawan, dan kaum berpendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, aku merasa kehilangan makna atas lagu itu. Aku merasa lagu itu telah dibawa mati oleh sang penciptanya. Ia hanya hidup dalam angan setiap pendiri republik ini. Dan generasi penerusnya hanya menjadikan lagu itu sebagai salah satu simbol-simbol kekuasaannya.&lt;br /&gt;Tak ada jiwa di sana, tak ada makna di sana.&lt;br /&gt;Sehingga, Presiden Megawati dan semua penguasa negeri ini sekarang, hanya mendengarkan Lagu Indonesia Raya dan upacara kemerdekaan 17 Agustus sebagai rutinitas tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak merasakan apa-apa dari perayaan 17 Agustus tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;Entah tahun depan...  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-106112219051759324?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/106112219051759324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/106112219051759324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_08_01_archive.html#106112219051759324' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-106009831682205642</id><published>2003-08-05T22:45:00.000+07:00</published><updated>2003-08-05T22:45:16.743+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;B&gt;Indonesia Hari Ini&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;TEROR!!!&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuesday, 5 August 2003&lt;br /&gt;12.30 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom kembali mengguncang Indonesia. Tak berselang sebulan bom meledak di Gedung DPR/MPR, bom kembali mengguncang Jakarta. Di tengah istirahat siang pada awal bulan Agustus ini, bom berkekuatan besar merobek Hotel JW Mariott. Lobi hotel luluh lantak hingga merobek lambung lantai dasar. Kaca-kaca hotel di jantung kawasan mega Kuningan itu, pecah berderai. Asap hitam mengepul, menjulang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup itu. Di antara teriakan panik dan mimik kebingungan, 10 orang tewas dalam tragedi itu. Puluhan hingga mendekati angka ratusan manusia lainnya, mengalami cedera dan luka ringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini baru segitu. Tapi besok tentu akan ada efek lanjutannya. Harga saham di Bursa Efek Jakarta sempat anjlok hingga 24 poin. Nilai rupiah yang sempat perkasa dalam beberapa bulan terakhir, Selasa sore ditutup pada harga Rp 8600 per dolar. Itu indikator angka-angka perekonomian sebagai dampak dari kejadian ini. Selain itu, industri pariwisata yang mulai menggeliat paska Bom Bali, diramal akan kembali tertidur. Investasi asing yang hendak masuk ke Indonesia, kembali mengepak kopernya. Dan citra? Muka yang telah coreng-moreng ini akan kembali tertunduk dna malas untuk mendongak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang tersisa dari Indonesia hari ini?&lt;br /&gt;Tak sebuah makna pun, tidak juga sebuah asa... &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-106009831682205642?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/106009831682205642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/106009831682205642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_08_01_archive.html#106009831682205642' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105962530592427716</id><published>2003-07-31T11:21:00.000+07:00</published><updated>2003-07-31T11:21:46.006+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;B&gt;Monolog&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku lagi capek...&lt;br /&gt;Aku lagi mumet...&lt;br /&gt;Aku lagi bingung...&lt;br /&gt;Aku lagi &lt;b&gt;culdesac&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukupkah sebuah dialog dan kata-kata menghibur (baca: curhat) untuk menghapus keadaan itu? Cukupkah hiburan melarikanku dari lara, yang terus datang menghantam? Atau biarkanlah waktu yang membuai dan mengikis semua masalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah dapat melakukan itu...Semuanya seakan meninabobokan-ku, dan menjauhkanku dari realitas. Aku memilih untuk berdiam. &lt;br /&gt;Sendiri...&lt;br /&gt;Karena dalam diam, aku melakukan monolog&lt;br /&gt;...dengan diri sendiri.&lt;br /&gt;Tentang masa lalu, terkini, dan sebuah masa depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105962530592427716?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105962530592427716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105962530592427716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_07_01_archive.html#105962530592427716' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105906186942463658</id><published>2003-07-24T22:51:00.000+07:00</published><updated>2003-07-24T22:51:09.523+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>II&lt;br /&gt;Orang yang menyukai teori konsprirasi tentu akan langsung menduga bahwa Blair dan dinas rahasia Inggris berada di belakang kematian Kelly. Secara fisik? Mungkin saja. Tapi walaupun tidak secara fisik, sorotan dan tekanan hebat publikasi dan pertanyaan-pertanyaan tajam dari anggota parlemen, sudah cukup mengantarkan Kelly ke liang kuburnya. Ia mengambil keputusan untuk menyudahi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang dipikirkan Kelly, saat pisau mulai menyayat nadinya. Dan darah mulai berceceran dari sayatan itu. Sebuah penyelesankah, mengapa harus menjalani hidup sebagai sang informan? Mungkin saja. Karena, jika &lt;I&gt;BBC&lt;/I&gt; tak mengungkapkan sumber rahasia beritanya, hingga hari ini dunia tentu akan berhenti bertanya. Mata dunia pun tidak akan pernah menusuk ke tubuh Kelly. Lantas…mengapa &lt;I&gt;BBC&lt;/I&gt; sampai tega mengungkapkan sumber beritanya. Dan mengapa pemerintahan Blair terus mendesak &lt;I&gt;BBC&lt;/I&gt; untuk menyebut nama sumbernya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang tak akan ada habis-habisnya, sementara saat ini Kelly telah bersemayam tenang di bawah tanah ---terlindung dari sorotan dunia. Kejadian yang sama dapat ditemui dalam kasus &lt;B&gt;TEMPO vs Tommy Winata&lt;/B&gt;. Apa jadinya, jika Ahmad Taufik bersedia mengungkapkan jati diri sumbernya dalam tulisan: &lt;I&gt;Ada Tommy di Tenabang?&lt;/I&gt;. Mungkin…dan sekali lagi mungkin…si sumber itu akan menemui nasib yang sama dengan Kelly. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasumber, kerahasiaan, dan kepercayaan, adalah kata-kata yang dapat kumaknai dalam beberapa hari terakhir ini. Mungkin perlu ditambah satu lagi, yaitu maut….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Tulisan ini aku dedikasikan untuk David Kelly, atas segala keberaniannya. Dan juga ketidakberdayaannya di tengah dua pilar negara, pers dan penguasa.&lt;/I&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105906186942463658?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105906186942463658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105906186942463658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_07_01_archive.html#105906186942463658' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105906074597685945</id><published>2003-07-24T22:32:00.000+07:00</published><updated>2003-07-24T22:32:26.040+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Narasumber&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;Jum’at, 18 Juli 2003, Oxfordshire, Inggris…&lt;br /&gt;David Christopher Kelly, ditemukan tergeletak tak bernyawa di hutan dekat rumahnya, kawasan Harrowdown. Urat nadi di pergelangan tangannya teriris. Sebilah pisau dan obat penahan rasa sakit ditemukan di sekitar tubuhnya. Sebelumnya, pria kelahiran tahun 1944 itu telah dua hari menghilang dari rumahnya. Ia pamit kepada istrinya, Janice, untuk melakukan jalan sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, polisi Inggris menyatakan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kematian Kelly. Sehingga disimpulkan pria beranak tiga ini tewas akibat bunuh diri. Kesimpulan itu sesuai dengan penuturan Janice, bahwa suaminya berada dalam kondisi sangat tertekan ---sebelum dan sesudah sesi dengar pendapat--- dengan Komite Parlemen Inggris, hari Selasa sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli mikrobiologi yang mengembangkan sistem pertahanan kimia dan biologi ini, adalah staf ilmuwan di Departemen Pertahanan. Selain itu, dia menjadi penasehat senior untuk senjata biologi dalam tim inspeksi senjata biologi PBB dari tahun 1994 sampai 1999. Jalan lurus hidupnya berbalik arah, saat dirinya diduga menjadi sumber rahasia dari laporan radio &lt;I&gt;BBC&lt;/I&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah berawal pada 29 Mei lalu. Radio berita terkenal itu mengudarakan tudingan bahwa &lt;B&gt;dokumen pemerintah yang dipublikasikan September tahun lalu telah membesar-besarkan ancaman persenjataan kimia milik Saddam Hussein di Irak. Tujuannya, demi mendapat dukungan publik bergabung dengan Amerika dalam melakukan invasi ke Irak&lt;/B&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang tentu saja semakin mengobarkan pandangan sinis dari publik di sana, bahwa ancaman persenjataan kimia milik Irak hanyalah isapan jempol pemerintahnya saja. Tokh…hingga kini tak ada satupun bukti yang ditemukan oleh dua negara sekutu itu untuk melegitimasi invasi mereka. Tekanan publik atas kejujuran pemerintahan Tony Blair, juga berimbas kepada pertanyaan: siapakah sumber informasi rahasia &lt;I&gt;BBC&lt;/I&gt; itu? Apa kompetensinya, dan apakah informasi tersebut hanya untuk memojokkan Blair dan kabinetnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 14 Juli lalu, setelah mendapat persetujuan keluarga, &lt;I&gt;BBC&lt;/I&gt; mengakui Kelly adalah sumber rahasia mereka. Memperhatikan kapasitas dan lakon yang dimainkan Kelly, publik mempercayai berita itu, dan pemerintah semakin panas-dingin. Tapi di tengah sorotan dan tekanan hebat dari publik, Kelly membantah kecurigaan itu. Ia  mengatakan pada Komite Parlemen ---yang mengadakan penyelidikan tentang keabsahan kerja intelijen--- bukan dia yang menjadi sumber berita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan yang dilakukan, sehari sebelum dirinya melenyapkan diri. Kematian Kelly mengangetkan semua orang. Ada apa? Pandangan dunia kembali menyoroti Downing Street, kantor Blair. Salah seorang anggota komite dari Partai Buruh, Andrew Mackinlay, menyampaikan rasa maaf jika ternyata pertanyaannya yang menyerang Kelly, membuat dia stress. &lt;I&gt;BBC&lt;/I&gt; mengeluarkan pernyataan singkat,”&lt;I&gt;Kami terkejut dan dan sedih atas apa yang terjadi. Dan kami menyampaikan rasa simpati yang dalam terhadap keluarga Dr Kelly dan sahabatnya&lt;/I&gt;.” &lt;br /&gt;&lt;b&gt;(dari berbagai sumber)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;bersambung…&lt;/I&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105906074597685945?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105906074597685945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105906074597685945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_07_01_archive.html#105906074597685945' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105902129337097935</id><published>2003-07-24T11:34:00.000+07:00</published><updated>2003-07-24T11:44:49.506+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;...asa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terlalu banyak asa kupertaruhkan dan terlalu banyak waktu kutakhiraukan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa lama aku tak menjengukmu. Bukan karena aku tak bisa dan tak ada waktu kosong untuk itu. Tapi, aku berpikir tentang sebuah isi dan memaknainya. Di tengah rasa kosong yang menyungkupi, aku ingin kembali. Aku ingin menjengukmu lagi, dan kembali menggoresi lembaran-lembaranmu dengan warna-warni hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sampai kapan...&lt;br /&gt;hingga kekosongan kembali menjemputku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105902129337097935?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105902129337097935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105902129337097935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_07_01_archive.html#105902129337097935' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105738253025894680</id><published>2003-07-05T12:22:00.000+07:00</published><updated>2003-07-05T12:22:10.326+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Aku tak ingin...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Lahir...&lt;br /&gt;Menyusu...&lt;br /&gt;Merengek...&lt;br /&gt;Merangkak...&lt;br /&gt;Tertawa riang di taman kanak-kanak...&lt;br /&gt;Belajar membaca dan berhitung di SD...&lt;br /&gt;Cinta pertama di SMP...&lt;br /&gt;SMA (belajar...belajar...dan mulai berpikir masa depan)&lt;br /&gt;Berorganisasi, berdiskusi, dan aktivitas sosial di bangku kuliah...&lt;br /&gt;Kerja...kerja...dan kerja&lt;br /&gt;Menikah...&lt;br /&gt;Kehidupan rumah tangga...&lt;br /&gt;Mempunyai anak-anak...&lt;br /&gt;Pensiun...&lt;br /&gt;Lanjut usia...&lt;br /&gt;...dan MATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kini berada di salah satu fase dari siklus kehidupan---yang sangat rutin dan begitu membosankan. Tapi aku tak ingin mati. Aku tak ingin mati dan ingin hidup terus...Aku juga tak ingin ditinggal mati oleh orang-orang terdekatku, oleh orang-orang di sekeliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, aku harus mengubah siklus ini atau keluar darinya. Sehingga aku tak pernah merasakan mati.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105738253025894680?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105738253025894680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105738253025894680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_07_01_archive.html#105738253025894680' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105645943672927922</id><published>2003-06-24T19:57:00.000+07:00</published><updated>2003-06-24T19:57:16.810+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Matrix&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Ketika masa dihitung dengan satuan waktu…&lt;br /&gt;menit = 60 detik&lt;br /&gt;jam = 60 menit&lt;br /&gt;hari = 24 jam&lt;br /&gt;minggu = 7 hari&lt;br /&gt;bulan = 4 minggu&lt;br /&gt;tahun = 12 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…dan detak-detak waktu kian memukul dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika masa harus diikat satuan waktu&lt;br /&gt;ketika titik-titik harus dirangkai untuk dinamai&lt;br /&gt;ketika rasa harus diberi makna&lt;br /&gt;…dan ketika yang fana harus dibendakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terperangkap di dalamnya…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105645943672927922?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105645943672927922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105645943672927922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_06_01_archive.html#105645943672927922' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105604439194822643</id><published>2003-06-20T00:39:00.000+07:00</published><updated>2003-06-20T00:39:51.866+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;…dan pena itu hancur di depan bedil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tentara, wartawan, dan perang. Tiga kata yang terasa harus dijadikan serangkai. Saat perang berkecamuk, yang melibatkan tentara dan wartawan sebagaim pemburu berita. Saat bedil diletupkan tentara, dan juru potret mengabadikannya dalam kecamuk perang. Semua perang yang berkecamuk di dunia ini, pasti melibatkan dua profesi ini. Yang satu memanggul bedil, sedangkan satunya lagi menggoreskan pena. Dan keselamatan yang bersenjatakan pena? Dijamin, bakalan aman kalau berkalungkan kartu pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu dulu…Sejak Perang Irak yang lalu, wartawan juga dicatat sebagai bunga-bunga perang. Sepuluhan wartawan dari berbagai negara menemui ajal, di ganasnya perang gurun itu. Dan keberpihakan media, terlihat mencolok mata di sana. Ketika, sejumlah wartawan ---termasuk CNN--menempel di pasukan Amerika. Akibatnya, wartawan harus juga menjadi sasaran tembak bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kejadian itu, kembali terulang di Aceh. Saat TNI menyatakan status darurat militer di aceh dan bedil kembali menyalak di sana, wartawan berbagai media berbondong-bondong masuk provinsi di ujung paling barat Pulau Sumatera itu. Jauh-jauh hari TNI sudah mengingatkan, media massa Indonesia harus menunjukkan sikap patriotiknya kepada negara. Maksudnya, pemberitannya tidak boleh mendukung atau mewawancarai orang GAM. Tidak boleh membuat berita yang merugikan TNI. Dan sumber informasi harus keluar dari Panglima Komando TNI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak mau? Silahkan saja coba, dan anda akan diamuk habis-habisan oleh jenderal-jenderal di Cilangkap sana. Jadi, terserah….Mau tetap menegakkan prinsip-prinsip berita yang seimbang, atau ikut saja menampung ludah para tentara TNI? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;Dan pers pun kembali akan memasuki masa-masa suramnya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini aku buat sebagai ungkapan keprihatinan atas nasib wartawan TVRI, &lt;b&gt;M Jamal&lt;/b&gt;, yang gugur di tanah Aceh saat menjalankan tugasnya. Tak penting dibunuh oleh siapa, tapi dia telah menjadi salah satu korban dari sebuah nafsu kekuasaan… &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kronologi kematian kameramen TVRI Banda Aceh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Serambi Indonesia, Kamis (19/06/2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah warga di kawasan Lamnyong, Selasa sore, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di kawasan Jembatan Lamnyong, Banda Aceh. Korban yang akhirnya diketahui bernama M Jamal, kameramen TVRI Banda Aceh, baru dievakuasi oleh tim Satgana PMI Banda Aceh yang dibantu oleh tim siaga PMI NAD, sekitar pukul 22.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Serambi di PMI NAD menyebutkan, pada saat dievakuasi, korban hanya mengenakan celana dalam dengan kondisi kedua tangan diikat ke belakang. Malam itu juga, jenazah yang sudah mulai membusuk itu dibawa ke ruang jenazah RSU Zainoel Abidin. M Jamal, kameramen TVRI Banda Aceh, sudah hilang hampir sebulan yang lalu. Dia dikabarkan diculik oleh beberapa orang tak dikenal dari kantornya, di kawasan Mata Ie, Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu sore, jenazah dipulangkan ke rumah duka di Lam Ateuk, Keude Bieng, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Selanjutnya, M Jamal dikuburkan di pemakaman keluarganya di kawasan Ajun, Banda Aceh. Di rumah ini, isteri korban, Yusniarni masih terlihat shock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa sumber menyebutkan, M.Jamal yang lebih banyak bekerja sebagai kameramen di studio TVRI ini, dikenal dekat dengan kalangan GAM. M Jamal sendiri, dikatakan sempat menghubungi rekan sekerjanya, setelah empat hari diculik. Saat itu M Jamal meminta agar kantornya dapat mengurus ihwal penculikannya itu. Hubungan telepon itu tak panjang, karena segera terputus. Sampai kemudian diketahui Jamal telah ditemukan menjadi mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu sebelumnya, adik korban, Fuadi Ishak (28) juga diculik. Pria yang sehari-hari menjadi sopir pribadi Sekda NAD Thantawi Yahya ini, juga ditemukan tewas dengan leher bekas jeratan. Tak hanya itu, menurut salah seorang paman M Jamal yang berada di rumah duka pada wartawan, abang ipar M Jamal juga diculik dan telah pula tewas.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;cukup segunduk tanah, sebongkah batu nisan, dan setangkup taburan bunga, bagi rumah masa depanku&lt;/I&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105604439194822643?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105604439194822643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105604439194822643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_06_01_archive.html#105604439194822643' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105604319989884502</id><published>2003-06-20T00:19:00.000+07:00</published><updated>2003-06-20T00:20:49.876+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;…dan pena-pena itu pun patah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar gundah hari-hari belakangan ini. Bukan…kali ini bukan soal hati. Tapi soal nasib sebuah profesi, bernama wartawan atau jurnalis. Miris…..Ada tiga kejadian yang dalam seminggu ini aku catat, telah membuat pena kaum jurnalis patah dan dihancurkan…Kenapa aku begitu gundah? Karena aku merasa dua kejadian di antaranya begitu dekat dengan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saat kudengar awal pekan ini suami teman liputanku, dipecat dari jabatannya sebagai produser SCTV. Aku pengen membuat kronologis kejadiannya, tapi ternyata sudah aku hapus file-nya. Intinya, produser SCTV itu dikirim ke Aceh beberapa waktu lalu, untuk mencari berita korban-korban DOM di sana. Tujuannya, hanya untuk mengingatkan TNI agar berhati-hati saat melakukan operasi militer di Aceh saat ini. Liputannya nanti akan disiarkan dalam Dialog Khusus SCTV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasumber yang jadi korban DOM telah dia dapatkan, dan dikirim ke Jakarta. Dalam hitungan jam setelah liputan itu ditayangkan, kabarnya jenderal-jenderal di Cilangkap berang. Mereka hanya melihat dan menilai, liputan itu sangat mendiskreditkan TNI. Jalur kekuasaan dan ancaman pun digunakan, dan pemilik media pun harus tunduk dengan tekanan tersebut. Lucunya, atau bego’nya, bukannya ngebelain bawahannya, sang atasan malah lepas tanggung jawab dan menyalahkan produser malang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan tidak memenuhi kualifikasi SCTV, si produser itu tidak diperpanjang kontraknya. Memang, dalam waktu yang hampir bersamaan produser itu akan habis masa kontraknya dan tinggal menunggu pengangkatan sebagai karyawan tetap. Tapi, &lt;I&gt;bull shit&lt;/I&gt; dengan semua alasan gombal itu. Percaya atau tidak percaya dengan alasan itu, yang pasti smeua kejadian tentang Aceh dan Cilangkap itu, pasti berperan besar saat dijatuhkannya palu PHK ke dirinya. Dan….istrinya---yang temen liputanku itu---hanya bisa menghela nafas. Semoga…perlawanan hukum yang akan digelar teman-teman dari lembaga hukum dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dapat memberikan jeweran bagi pengelola media, dan Cilangkap. Bahwa, kami, wartawan, akan melawan segala bentuk ketidakadilan dan penindasan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu….&lt;br /&gt;Yang kedua, juga suami teman liputanku. Temanku itu anak &lt;I&gt;Reuters&lt;/I&gt;, sedangkan suaminya kerja di Republika. Kamis malam, sms dari temenku (istri produser SCTV yang dipecat itu) masuk ke hpku. Isinya: &lt;I&gt;Kasihan deh…suaminya Mbak A. Hari ini, suaminya bersama 13 rekan kerja lainnya dipecat dari Republika. Lo kasih kata-kata simpati ke dia gih…&lt;/I&gt;. Temanku itu mengaku, dia mendapat kabar saat di sms Mbak A itu. Isinya: &lt;I&gt; I…nasib kita sekarang sama. Hari ini suamiku juga dipecat&lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duuuh…..hatiku langsung berdentam. Begitu memilukan. Kok tega ya?? Aku belum tahu alasan manajemen Republika melakukan langkah keji itu. Tapi, kok yang dirasionalisasi semuanya adalah yang di level redaktur? Ada apa ini? Bisik-bisik yang terdengar, penyebabnya manajemen memecat orang-orang yang menjadi pengurus dalam Serikat Pekerja Wartawan Republika. Ohhhh….intimidasi dan pemberagusan atas peluang dan hak-hak kaum buruh dan kuli disket. Ironis sekali, di saat media massa menjadi salah satu garda yang menyuarakan ketidakadilan dan perlawanan atas penindasan kaum buruh, di kantornya sendiri mereka berlaku munafik. Atas nama industri dan keping-keping keuntungan, kaum kapitalisme tak perduli atas nasib buruhnya. Dan slogan-slogan tentang jurnalis dan media massa (baca: pilar keempat negara), hanya bagai mimpi indah dan tawa sinis bagi kaum kapitalis…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;bersambung…&lt;/I&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105604319989884502?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105604319989884502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105604319989884502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_06_01_archive.html#105604319989884502' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105566840247514472</id><published>2003-06-15T16:13:00.000+07:00</published><updated>2003-06-15T16:13:22.463+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Basa-Basi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;“Gimana kabar oom dan tante…?”&lt;br /&gt;“Baik,” suaranya menggantung. &lt;br /&gt;“Keadaannya…? Kondisinya, sudah membaik?”&lt;br /&gt;“Kalau oom sudah seminggu yang lalu pulang. Kalau tante masih tetap di ICU.”&lt;br /&gt;“Ooh…oom udah pulang. Trus, kondisinya udah membaik?”&lt;br /&gt;“Yah…lumayan. Berobat jalan aja.”&lt;br /&gt;“Trus kalo tante, udah membaik juga belom?” kali ini suaraku yang menggantung.&lt;br /&gt;“Yaahhh….seperti itulah. Masih di ICU.”&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…dan keheningan datang menyergap untuk sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;“Ntar sore ke rumah sakit?”&lt;br /&gt;“Iya…”&lt;br /&gt;“Aku juga mau menjenguk. Di kamar berapa?”&lt;br /&gt;“Ruang ICU, Lantai 3.”&lt;br /&gt;“Ya udah…kalo gitu aku ntar ke sana.”&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;…dan, &lt;I&gt;klik&lt;/I&gt; telpon pun kututup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan jengah dan pikiran tak enak hati langsung menyergap. Pembicaraan yang kaku dan datar, yang sebenarnya aku malas melakukan. Aku selalu menemui saat-saat sulit ketika hendak menunjukkan atau mengungkapkan perasaan simpati terhadap orang, keluarga, teman, atau kenalan yang tengah ditimpa musibah. Rasanya…terlalu berbasa-basi untuk menunjukkan perasaan simpatiku (bukan empati). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berpikir, masih perlukah menunjukkan perasaan simpati terhadap orang dalam kemalangan. Perlukah mereka dengan ucapan simpatiku? Dapatkah ucapan simpati menutup luka? Tak ucapkah kemalangan mereka menjadi pikiran dalam otakku saja. Karena aku selalu berpikiran bahwa yang terpenting bukan sebuah simpati, yang lebih seperti basa-basi, tapi sebuah empati. Sebuah tindakan konkrit, yang merupakan wujud dari perasaan simpati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga sebaliknya. Kala aku ditimpa musibah, aku juga merasa jengah dengan ucapan-ucapan simpati yang dirangkai dengan kalimat membuai dan air muka yang dibuat-buat sedih. Tanpa diucapkan pun, aku tahu keluarga, sahabat, dan kenalanku turut larut dan gundah atas kemalanganku. Karena aku tahu, merekalah orang-orang terdekatku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku menyadari, manusia adalah makhluk sosial yang tetap harus menjalani tata laku sosialnya. Walaupun aku jengah, tak mau, dan terkesan basa basi, aku tetap harus mengucapkan: &lt;I&gt;&lt;b&gt;aku turut prihatin atas musibah yang menimpamu…&lt;/b&gt;&lt;/I&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105566840247514472?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105566840247514472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105566840247514472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_06_01_archive.html#105566840247514472' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105530445306656581</id><published>2003-06-11T11:07:00.000+07:00</published><updated>2003-06-11T11:07:33.590+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;B&gt;Twinkle, twinkle, little SARS&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Twinkle, twinkle, little SARS&lt;br /&gt;How I wonder what you are!&lt;br /&gt;Up inside my lungs so high&lt;br /&gt;Now I can't breathe deep or sigh&lt;br /&gt;Twinkle, twinkle, little SARS&lt;br /&gt;How I wonder what you are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Twinkle, twinkle, little SARS&lt;br /&gt;How I wonder where you are!&lt;br /&gt;To Hong Kong the virus came&lt;br /&gt;From China, they are to blame&lt;br /&gt;Twinkle, twinkle, little SARS&lt;br /&gt;How I wonder where you are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Twinkle, twinkle, little SARS&lt;br /&gt;How I wonder why you are!&lt;br /&gt;Did you come from animals?&lt;br /&gt;Chickens, ducks, pigs, cows or bulls?&lt;br /&gt;Twinkle, twinkle, little SARS&lt;br /&gt;How I wonder why you are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105530445306656581?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105530445306656581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105530445306656581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_06_01_archive.html#105530445306656581' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105516646967698741</id><published>2003-06-09T20:47:00.000+07:00</published><updated>2003-06-11T11:12:27.690+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Ketika Negara Memasuki Bangku-Bangku Sekolah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;…setiap peserta didik pada tiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama…&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah inti dari isi Pasal 13 Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yang dalam beberapa waktu terakhir terus memicu pro-kontra. Pasal yang juga dijuluki Pasal Agama ini, mendapat tentangan dari sebagian pihak, tapi mendapat dukungan dari pihak yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan mengenai pasal ini bukan hanya berhenti sebatas wacana, tapi telah mengalir ke jalanan. Aksi demonstrasi di berbagai kota, terus berlangsung setiap hari. Yang pro berpendapat, sudah semestinya pasal tersebut diundangkan. Karena, tiap pemeluk agama memang harus mendapatkan pelajaran agama dan guru yang mengajarkan, sesuai dengan agama yang dianutnya. Beda lagi pendapat yang kontra. Menurut mereka, negara telah terlalu jauh mengintervensi sistem pendidikan, hingga harus mengatur masalah-masalah agama segala.&lt;br /&gt;Sikap saya? Saya tidak mendukung, salah satu dari mereka. Seharusnya gampang saja menyikapi pasal 13 ini. Tidak masalah jika pasal ini diundangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tokh memang semestinya, tiap individu disirami jiwanya oleh pelajaran agama (yang hanya sekali seminggu tersebut. Sebuah pelajaran yang wajib diikuti di sekolah, tapi belum tentu mereka melakukan ibadah di luar sekolah). Apa yang salah dengan pasal itu, karena yang berhak mengajarkan agama, tentu saja adalah pendidik yang segama juga dengan anak didiknya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti saya tergolong pendukung pasal itu? Tidak juga! Karena saya juga sepakat, jika pasal itu tidak ada sama sekali. Buat apa negara harus mengatur-atur pendidikan sampai ke dalam kelas segala? Biarkan saja, tiap individu memilih agama dan pendidikan yang dimauinya. Kami, ---rakyat--- bukan orang bodoh!&lt;br /&gt;Teman saya bercerita, keberatan sebagian agama atas diundangkannya pasal itu hanya merupakan ketakutan semata. Teman saya yang pernah kuliah di sekolah Katolik (sesuai dengan agamanya) mengatakan: &lt;I&gt;"di sekolah gw, semua siswanya (apapun agamanya) harus mengikuti pelajaran agama Katolik. Jadi, mereka takut, kalau pasal ini disahkan, akan menimbulkan masalah dalam sistem pendidikan mereka"&lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lho. Ketakutan yang tidak perlu ada, jika kita selalu menandang bahwa manusia adalah makhluk yang punya otak dan bebas memilih. Jika tidak sepakat dengan sistem sekolah Katolik seperti di atas, karena tidak sesuai keimanannya, ya…tidak perlu masuk sekolah itu. Gampang! Tokh banyak pilihan lainnya. Jika kamu tetap ingin masuk sekolah itu, ikutilah sistem yang diberlakukan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi? Terlalu banyak aturan yang teknis dan dirasakan tidak perlu telah dibuat pemerintah. Akhirnya, menghabiskan energi dan membuat masalah yang sederhana menjadi pelik. Sedangkan urusan yang lebih penting dari itu, malah tidak diperhatikan dan tidak menjadi wacana publik untuk dikritisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak mengkritisi sistem pendidikan tinggi, yang kian hari kian menjadi menara gading nan mahal? Ketika orang tua berkantong pas-pasan, harus menjerit tiap kali berniat memasukkan anaknya ke perguruan tinggi. Pilih mana? Sekarang perguruan tinggi negeri atau swasta sama saja! Otonomi kampus menjadi pisau bermata dua. Uang masuk dan sumbangan pendidikan membuat leher yang papa tercekat. Sedangkan si anak terus bermimpi, bahwa gelar sarjana akan menjamin hidupnya kelak. Mau bukti? Bertandang saja ke kampus-kampus yang tengah membuka pintu pendaftaran calon mahasiswa baru. Hitung saja berbagai biaya masuk, sumbangan pendidikan, dan uang per semester, yang kalau ditotal mencapai 9 digit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lima tahun kuliah, anda pasti dapat pekerjaan yang layak? Oooo…tunggu dulu. Pabrik sarjananya saja masih belum beres. Lihat saja, jurusan dan program-program studi saat ini yang makin spesifik dan lebih aplikatif. Tujuannya tentu saja untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan dunia kerja. Jadi, jurusan saat ini sudah seperti lembaga studi atau kursus pendidikan saja (yang sebenarnya cuma butuh waktu 6 bulan untuk melaluinya). Seperti jurusan komputer, bahasa inggris, akuntansi, periklanan, pemasaran, dst…Malah, jurusan seperti antropologi atau sastra menjadi wacana untuk dihapuskan saja. Tidak membumi kata mereka! (baca kaum borjuis yang hanya memikirkan manusia sebagai kapital). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah…? Salah besar! Seharusnya orang yang bergelar sarjana memiliki kemampuan general (otak, daya nalar, analisa masalah, pengendalian emosi, kehidupan sosial) yang setara dengan penyandang gelar S-1 lainnya. Mengenai kemampuan yang lebih spesifik? Jangan berharap! Karena anda yang baru lulus dari kampus, saya jamin belum akan bisa langsung kerja. Butuh waktu seminggu sampai satu bulan, untuk dapat menjadi seorang karyawan yang mampu menyelesaikan tugas-tugas kantor. Karena itulah, anda bergelar S-1. Sehingga anda memiliki kemampuan untuk cepat menyerap dan beradaptasi dengan dunia kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas…? Aku membayangkan, dapat mendidik dan mengajarkan anakku sendiri saja. Di rumah….kan kubuat sekolah kecil bagi anakku. Kan kujadikan ruang keluarga sebagai tempat belajar dan bermainnya. &lt;B&gt;Karena aku tak ingin: anakku menjadi sekrup-sekrup mesin industri dan kapitalisme yang kebablasan&lt;/B&gt;.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;….bukan sekolah, tapi guru dan buku adalah gudang ilmu&lt;/I&gt;         &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105516646967698741?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105516646967698741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105516646967698741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_06_01_archive.html#105516646967698741' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105478807794909171</id><published>2003-06-05T11:41:00.000+07:00</published><updated>2003-06-06T09:31:45.856+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;B&gt;Ketidakpastian&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan atau tamsil ini tidak meluncur dari mulut seorang filsuf seperti Plato, atau Gramsci yang mengajarkan tentang merebut kekuasaan, atau Nietzsche dengan kegilaannya, atau Giddens tentang dunia masa depannya, atau Gibran dengan pusi-puisi cinta yang komersiil. Tapi, kalimat itu meluncur dari Laksamana Sukardi, seorang menteri yang saat ini menjadi pembantu Megawati. Tak perlu aku jelaskan panjang lebar tentang maksud kalimatnya, yang menggambarkan ketidakpastian dan kegamangannya terhadap kondisi perekonomian di negeri ini. Sehingga, aset-aset milik negara diobral murah kepada pihak asing.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin bicara tentang kepastian dan ketidakpastian. Sebuh pertanyaan sederhana: apakah memang tidak ada kepastian dalam hidup ini? Apakah memang satu-satunya kepastian itu adalah ketidakpastian???&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang bisa menjamin suatu hal atau nasib akan menjadi pasti di masa datang? Aku tidak! Karena, sedari kecil aku selalu menemui ketidakpastian dalam hidup ini. Aku bercita-cita dan berusaha memastikan bahwa suatu hari kelak aku akan menjadi seorang arsitek atau ahli kimia. Tapi nyatanya? Aku kini menjadi seorang pemburu kalimat dan kejadian-kejadian untuk kemudian dituangkan dalam suatu tulisan yang dibaca orang banyak setiap pagi. Siapa pula yang meragukan 10 tahun lalu, bahwa Indonesia akan menjadi negara besar, stabil perekonomiannya dan menjadi macan Asia, serta memasuki era tinggal landas pada tahun 2000 ini? Tapi nyata? Sekarang negara ini terpuruk, perekonomian merana, politik gonjang-ganjing, dan ketataan sosial tercabik-cabik. Ah...dimana kepastian???&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terlalu absurd jika bicara negara dan kondisi global, yang tentu saja banyak dipengaruhi faktor-faktor yang tali-temali dan saling bersinggungan. Ok, bicara keseharian saja...&lt;br /&gt;Saat kuliah dulu di Bandung, aku tak pernah membayangkan akan hidup dan bekerja di Jakarta. Aku sudah dibuai oleh dinginnya angin kota itu, oleh kenikmatan aroma malam Dago, oleh panasnya diskusi-diskusi kemahasiswaan di sana, dan oleh tawa riang dan manja gadis-gadis Bandung. Lantas, untuk apa hidup di Jakarta, yang panas, macet, sumpek, rawan kejahatan, bergerak cepat, dan menghitung segala sesuatunya berdasarkan untung rugi.&lt;br /&gt;Tapi, kenyatannya? Aku kini bergelut di Kota Jakarta, mengais rejeki di sini, dan berjuang dengan sikut-menyikut bersama berjuta-juta orang di Ibukota. Panas? Ya, tapi beli saja kipas atau pendingin ruangan. Sumpek? Ya, tapi masuk saja ke pusat perbelanjaan atau hotel. Rawan? Ya, tapi pasang saja mata awas dan kondisi siap siaga selalu. Berdiskusi? Nyalakan saja komputer, dan berdebatlah lewat chatting atau milis. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bukankah segala kepastian yang aku bayangkan empat tahun yang lalu sekarang menjadi ketidakpastian? Seperti juga hidupku empat tahun berikutnya, setahun berikutnya, sebulan berikutnya, seminggu berikutnya, sehari berikutnya, bahkan semenit kemudian.....Aku tak bisa memastikan hidupku semenit ke depan!&lt;br /&gt;Lantas, apakah memang satu-satunya kepastian dalam hidup ini adalah ketidakpastian??Mungkin Laksamana Sukardi lupa satu hal, bahwa selain ketidakpastian, kepastian lain dalam hidup ini adalah nasib kita yang telah digariskan oleh Tuhan. Dan, Si penggarisnya yaitu Tuhan, juga adalah suatu kepastian dan keniscayaan.&lt;br /&gt;Allah Maha Besar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105478807794909171?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105478807794909171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105478807794909171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_06_01_archive.html#105478807794909171' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105465281515766711</id><published>2003-06-03T22:06:00.000+07:00</published><updated>2003-06-03T22:06:55.196+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Ziarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kuingin waktu berputar mundur sejenak&lt;br /&gt;Kuingin kenangan dilempar ke masa lalu&lt;br /&gt;Saat kota memanggil untuk dijenguk&lt;br /&gt;Saat masa-nya kembali kususuri&lt;br /&gt;dan denyut-nya kembali kurasakan...&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ziarah…Kedengaran sebagai suatu kata yang berhubungan dengan segunduk tanah, berikut batu nisan. Dan taburan bunga di atasnya, berikut tetesan air mata tumpah ke bawah. Tapi aku tak mau bicara tentang kuburan. Karena yang kulakukan &lt;I&gt;long weekend&lt;/I&gt; kemarin adalah ziarah kota. Bandung, kota yang kukunjungi. Sebuah tempat dimana sepenggal masa pernah kureguk di sana. Kembali kureguk hawa dinginnya, saat kereta api Parahyangan bergerak pelan lalu berhenti di peron stasiun. Jarum jam menunjuk angka 11 malam, saat kulangkahkan kaki keluar stasiun. Ahhh…hawamu tak sedingin dulu lagi. Kuhampiri temanku, yang sedari tadi duduk menunggu di depan pintu stasiun. Sahabat yang kudapatkan saat tinggal di kota ini. Tak mau waktu berlalu begitu saja, kuhabiskan malam dengan mereguk aromanya. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah tinggal selama dua tahun di seruas jalan, tepatnya 500 di atas Simpang Dago. Cukup lama untuk mengukir setumpuk kisah kenangan. &lt;br /&gt;…terlalu banyak untuk kupunguti kembali satu-persatu. Bagai keping-keping puzzle yang harus kususun kembali.&lt;br /&gt;…karena saat itulah, aku merasakan “menikmati hidup”.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105465281515766711?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105465281515766711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105465281515766711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_06_01_archive.html#105465281515766711' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105412743719696726</id><published>2003-05-28T20:10:00.000+07:00</published><updated>2003-05-28T20:10:37.243+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Masih (Sahabatku, Kekasihku)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Rasa cinta yang dulu t'lah hilang&lt;br /&gt;kini berseri kembali&lt;br /&gt;T'lah ku coba lupakan dirinya&lt;br /&gt;Hapus cerita lalu&lt;br /&gt;Dan lihatlah&lt;br /&gt;dirimu bagai bunga di musim semi&lt;br /&gt;Yang tersenyum menatap indahnya dunia&lt;br /&gt;Yang sering menyambut&lt;br /&gt;jawaban s'gala gundahmu&lt;br /&gt;Walau badai menghadang&lt;br /&gt;ingatlah ku kan selalu setia&lt;br /&gt;menjagamu&lt;br /&gt;Berdua kita lewati&lt;br /&gt;Jalan yang berliku tajam&lt;br /&gt;Resah yang kau rasakan&lt;br /&gt;Kan jadi bagian hidupku bersamamu&lt;br /&gt;Letakkanlah segala lara di pundakku ini&lt;br /&gt;S'tiap waktu wajahmu yang lugu&lt;br /&gt;S'lalu ilhami langkahku&lt;br /&gt;Telah lama kunanti dirimu&lt;br /&gt;Tempat ku kan berlabuh&lt;br /&gt;Cahaya hatiku&lt;br /&gt;Yakinlah kan kekal abadi s'lamanya&lt;br /&gt;Seperti bintang yang sinarnya terangi&lt;br /&gt;S'luruh ruang di jiwa&lt;br /&gt;Membawa kedamaian&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://searchindonesia.com/simusik/informasi_musik/profil_artis/"&gt;Ada Band&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, dari album: &lt;b&gt;Metamorphosis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Buat seseorang yang jauh di sana. Yang mengajarkan aku, arti sebuah hidup dan sebuah komitmen. Yang mengajarkan aku rasa kebahagian dan rasa kehilangan. Dan sebuah tanggung jawab.&lt;br /&gt;Aku nggak tahu kapan akan ketemu dia kembali...&lt;br /&gt;Lagu dan doa ini aku kirimkan untuk dia. &lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105412743719696726?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105412743719696726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105412743719696726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_05_01_archive.html#105412743719696726' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105377325493315112</id><published>2003-05-24T17:47:00.000+07:00</published><updated>2003-05-24T17:47:34.930+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;i&gt;...dan ingatan pun memecah, membuih, dan melayang &lt;br /&gt;kembali ke masa belasan tahun lalu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Matanya menatap nanar, lalu sayu. Otak kecilnya perlu mencerna untuk beberapa saat --hasil rangsangan dari penglihatannya--- lalu melafal lamat-lamat baris-baris kalimat dan sebuah angka besar berwarna merah di selembar kertas. Ada angka 4 dilingkari bulatan, yang juga berwarna merah. "Artinya aku dapat nilai 4...,"otaknya mulai dapat mencerna hasil penglihatannya. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kok kecil....? Emang paling tinggi dapat berapa?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Sapa temanku yang paling tinggi dapat nilainya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan yang berputar-putar di benaknya.&lt;br /&gt;Ohh...bocah kecil belum genap tujuh tahun itu baru saja menerima kertas hasil tes mingguan pelajaran matematikanya. Dirinya galau...Ini kali pertama saat duduk dibangku SD, dia menerima kertas hasil tes. Dan hasilnya 'sangat mengecewakan'. Kegalauan yang disimpannya sendiri itu, tak hapus oleh senyum ibu guru. Tak hapus oleh kata-kata pengajar itu: &lt;i&gt;Ini hanya tes. Tes pertama kalian. Ibu cuma mau tahu bagaimana kemampuan kalian&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Ohh....tak cukup hanya kata-kata itu dapat menghibur hatiku Bu, jawabnya di dalam hati. Kenapa aku dapat merah? Apa aku bodoh? Apa aku tidak mampu? Pertanyaan itu terus menggelayutinya, meski kaki-kaki kecilnya menyeret langkah menuju rumah. Lalu, ia menyalahkan diri sendiri, yang terlalu egois memenangkan keinginannya. Ya, keinginan untuk cepat-cepat duduk di bangku sekolah dasar. Masa bermainnya di taman kanak-kanak hanya dilewatinya setahun. Dia hanya mengecap bangku o kecil di TK. &lt;br /&gt;"Buat apa lama-lama. Aku malas, tiap hari di sekolah hanya menyanyi, mengambar, dan bermain luncur-luncuran," katanya berargumen kepada ibunya. "Aku ingin bisa membaca dan berhitung..."rengeknya letika meminta ayah-ibunya untuk memasukkan dirinya ke SD. Permintaannya dikabulkan, dan belum genap 6 tahun, dia sudah berseragam putih-merah. Olalala...senangnya.&lt;br /&gt;Tapi sekarang dirinya dibenturkan pada kenyataan, dapat nilai merah. "Apa aku tidak mampu?" Pertanyaan yang berujung pada cucuran air mata. Deras dan mengisak. Sepanjang 500 meter jalan menuju rumah, dihabiskannya dengan isakan tangis. Terus...dan terus...sampai tangannya mengulurkan kertas tes itu kepada ayahnya yang menungu di depan pintu pagar rumahnya.&lt;br /&gt;Orang tua berkumis itu hanya diam menatap kertas hasil tes anaknya. Tak ada kata yang meluncur dari bibirnya, selain uluran tangan dan dekapan ke tubuh anaknya. "Udah...kamu jangan nangis." Dan beberapa menit dihabiskan orang tua itu untuk menenangkan anaknya. Setelah tangis si kecil reda, dia berucap,"lain kali belajar yang rajin ya Nak. Ngak apa-apa sekarang merah. Kan bukan nilai di rapor. Nanti harus kamu perbaiki." Ucapan yang meneduhkan dan terpatri di dalam pikirannya. Dan hari-hari selanjutnya, dihabiskan si kecil untuk belajar --dibimbing sang Ibu yang kebetulan juga guru sekolah dasar. Malam-malam dihabiskannya dnegan belajar hingga saat siaran televisi menyajikan Dunia Dalam Berita. Waktunya berhenti belajar dan menonton televisi selama setengah jam, lalu beranjak ke peraduan. &lt;br /&gt;Menjadi pelecut semangat bagi si kecil, tapi kejadian ini menjadi bahan pembicaraan dan senda gurau bagi kedua orangtuanya --sampai si kecil beranjak dewasa.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ingatannya menyatu dan kembali menyadari, saat ini dirinya tengah berada di depan komputer... &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;     &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105377325493315112?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105377325493315112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105377325493315112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_05_01_archive.html#105377325493315112' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105357121094770071</id><published>2003-05-22T09:40:00.000+07:00</published><updated>2003-05-22T09:40:10.640+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Rehat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tak ada gunanya mati jika Anda tidak menghantui ingatan seseorang&lt;br /&gt;...jika Anda tidak meninggalkan secercah rasa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peter Ustinov, Aftertaste, 1958&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, Aku males aja akhir-akhir ini. Males melakukan apapun atau berpikir sekalipun! Rasanya hidupku berjalan monoton dan tidak ada sesuatu hal istimewa yang telah kubuat. Akh...beberapa hari ini tanpa pencapaian yang berarti. Jadi, aku rasa tidak ada yang perlu aku tulis di-blog ini --sesuatu pengalaman hidup yang ingin kuceritakan.&lt;br /&gt;Hidup bagiku hanya seperti air tenang saja, tak ada di riak atau gelombang yang mampu menaikkan adrenalinku. &lt;br /&gt;Ya sudah, aku &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt; aja kata-kata bijak dari Ustinov ini. Kata yang kutemukan di dalam tumpukan bukuku dan belakangan hari ini terus tergiang-ngiang di telingaku. Bijak dan baguskah kata-kata di atas itu? Atau malah menyeramkan bagi sebagian orang. Terserah penafsirannya.&lt;br /&gt;Tapi bagiku, kata-kata snagat bagus. Maksudnya kan: tak ada gunanya mati jika belum melakukan sesuatu hal yang istimewa. Melakukan sesuatu hal yang akan dikenang orang sepanjang masa. Entah itu sebuah kesan yang mendalam bagi orang-orang terdekat dan lingkungan kita. Atau malah bagi dunia mungkin. &lt;br /&gt;Rasanya sangat menyenangkan jika setelah kita mati, orang-orang akan tetap mengenang sisi-sisi baik kita. Orang-orang akan merasa sangat kehilangan dengan kepergian kita. Memang, menyenangkan buat kita, tapi belum tentu buat orang-orang yang kita tinggalkan.&lt;br /&gt;Eh...jangan-jangan inilah jawaban dari masalah yang aku hadapi beberapa hari terakhir ini. Bosan dan &lt;i&gt;stuck&lt;/i&gt; boleh. Tapi kamu harus menjawab sebuah pertanyaan: apakah kamu sudah membuat sesuatu yang berarti dalam hidup ini? Atau sudahkah hidupmu berarti? Aku tentu saja tidak mau meninggalkan semua ini, tanpa kesan mendalam dari orang-orang di sekelilingku! Itu pun pencapaian yang minimal...&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105357121094770071?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105357121094770071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105357121094770071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_05_01_archive.html#105357121094770071' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105324980204020533</id><published>2003-05-18T16:23:00.000+07:00</published><updated>2003-05-18T16:26:22.560+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;B&gt;Independensi Wartawan&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku dapat kabar, temanku berangkat ke Aceh. Tujuannya, meliput pergolakan yang tengah berlangsung di provinsi paling ujung Pulau Sumatera itu. Pekerjaan berat yang tentu saja beresiko untuk dijalani. Tapi itulah konsekuensi dari tugas si pemburu berita. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tapi...satu yang aku agak miris dengan hal tersebut. Temanku ikut rombongan TNI. Tak masalah sebenarnya kalau cuma nebeng di pesawat Herculesnya TNI. Tapi yang gawatnya adalah temenku itu ---bersama rombongan beberapa wartawan media lainnya --akan meliput di sana bersama pasukan TNI. &lt;br /&gt;Sebelumnya, minggu lalu mereka bahkan sempat latihan selama beberapa hari di Sanggabuana, Jawa Barat. Latihan ala militer dengan baris-berbaris, panjat tali, dsbnya. Trus...jam 2 pagi dibangunin untuk mulai latihan. Ya ampun...kok segitunya? Katanya seh, biar nanti wartawan di sana bisa langsung adaptasi dengan medan di Aceh. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para juru berita itu juga dibekali oleh seragam loreng-loreng, bertuliskan nama mereka dan TNI di dadanya. Mereka wartawan TNI? Itulah barangkali cap yang akan segera ditempelkan oleh GAM kepada mereka. Sudah salah kaprah sekali. TNI tentu bermaksud mencontoh kerjaannya militer Amerika Serikat saat menginvasi Irak, beberapa waktu lalu. Ada beberapa wartawan, termasuk CNN, yang membonceng pasukan AS saat memasuki negara Irak.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Lantas, dimana indenpendesi wartawan, yang galibnya harus berdiri di dua sisi. Ya TNI, ya GAM. Bagaimana mereka akan bisa memotret secara objektif perang di sana (semoga tidak terjadi), jika hilir mudik dan jadwal liputannya diatur TNI? Siapa yang bisa menjamin keselamatan mereka, jika rombongan TNI berikut wartawan terjebak di salah satu pedesaan di Aceh, dikepung oleh tentara GAM? Tentu saja GAM tidak mau peduli dengan nasib wartawan-wartawan itu. Bagaimana jika pasukan GAM bilang: Anda ini bukan wartawan, anda adalah militer Indonesia.&lt;br /&gt;Dan letusan bedil menyalak, berikut bubuk mesiu yang tertanam di tubuh sang wartawan... &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105324980204020533?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105324980204020533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105324980204020533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_05_01_archive.html#105324980204020533' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105317716413185838</id><published>2003-05-17T20:12:00.000+07:00</published><updated>2003-05-17T20:12:44.210+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;B&gt;Stuck&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ahhh....long weekend yang menjemukan. Aku tak tahu harus melakukan apa dan berbuat apa. Ingin larut dalam kerumunan orang-orang yang meninggalkan kota. Dan mengais-kais keindahan dusun.&lt;br /&gt;Ahhh...tapi aku malas. Aku terlalu capek untuk larut dalam kerumunan itu. Pikiran mungkin bisa jadi &lt;I&gt;fresh&lt;/I&gt;. Tapi badan akan tetap capek. Akhirnya aku putuskan untuk tinggal saja di kota ini. Mungkin bisa aku habiskan dengan bermalas-malasan, sekaligus menghemat uang di minggu kedua bulan ini. Tapi itulah resikonya. Aku gak tahu harus kemana. Ingin melakukan hal-hal yang sempat tertunda --karena sebelumnya aku sibuk dengan pekerjaan--- tapi aku lebih ingin meringkuk saja di kasur. Sambil memindah-mindahkan channel tv, yang acaranya membosankan!!!&lt;br /&gt;BOSAN!!!!&lt;br /&gt;Untung ada tawaran dari temenku untuk nonton di TIM. Lumayanlah....karena malam sebelumnya aku keabisan tiket saat pengen nonton X-2. Ya sudah...aku nonton aja X-2 di TIM jam 16.00. Thanks untuk Hollywood yang telah menyuguhkan tontonan 'segar'nya. Meski tetap saja seperti resepnya industri film negeri kapitalis itu: renyah dan gampang dilupakan!&lt;br /&gt;Ku seret kembali langkahku pulang, saat gelap mulai menjemput. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105317716413185838?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105317716413185838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105317716413185838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_05_01_archive.html#105317716413185838' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105317665127384318</id><published>2003-05-17T20:04:00.000+07:00</published><updated>2003-05-17T20:04:11.336+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;B&gt;Masa Kecil&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Menangis...tertawa...merengek...tersenyum...menangis...&lt;br /&gt;Berulang-ulang terus itu kulantun. Ketika gigi susu dan celah-celah bibir mungil hanya mampu mengeluarkan suara itu. Kuberlari, terjatuh, bangun, kembali berlari, tersandung...dan bangkit kembali.&lt;br /&gt;Apa lagi yang harus keperbuat? Karena hanya itu yang kupunyai. Otak kecil di kepala yang hanya ditumbuhi helai-helai rambut halus. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105317665127384318?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105317665127384318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105317665127384318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_05_01_archive.html#105317665127384318' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-105317629457897190</id><published>2003-05-17T19:58:00.000+07:00</published><updated>2003-05-17T19:58:14.766+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ketika detak pertama...&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;dan kehidupanpun dimulai...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-105317629457897190?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105317629457897190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/105317629457897190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_05_01_archive.html#105317629457897190' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5403340.post-10531543142270774</id><published>2003-05-17T13:51:00.000+07:00</published><updated>2003-05-17T13:51:54.250+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>life...life...life...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5403340-10531543142270774?l=tujuhtujuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/10531543142270774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5403340/posts/default/10531543142270774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tujuhtujuh.blogspot.com/2003_05_01_archive.html#10531543142270774' title=''/><author><name>yura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07230310309517833275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
